Thursday, February 6, 2014

EKSPERIMEN-EKSPERIMEN RADIASI YANG KEJAM

oleh John LaForge

Tahun ini menandai dua puluh tahun deklasifikasi penelitian-penelitian rahasia yang dilakukan dalam kurun 60 tahun, di mana AS melaksanakan 2.000 eksperimen radiasi kepada lebih dari 20.000 warga AS yang rentan.

Para korban meliputi warga sipil, narapidana, pegawai pemerintah, pasien rumah sakit, wanita hamil, bayi, anak-anak penyandang cacat dan personel militer, mayoritas dari mereka adalah orang-orang tidak berdaya, berpenyakit, berusia senja atau penyandang cacat permanen. Eileen Welsome di tahun 1999 merilis sebuah buku yang berjudul "The Plutonium Files: America's Secret Medical Experiments in the Cold War" yang merinci "percobaan-percobaan ilmiah yang kejam yang mereduksi ribuan pria, wanita dan bahkan anam-anak menjadi spesimen-spesimen tak bernama".


Program ini melibatkan industri dan para ilmuwan universitas yang menggunakan pasien-pasien mereka yang malang untuk melihat efek jangka pendek kontaminasi radiasi mulai dari bahan plutonium sampai arsen ber-radioaktif. Subyek-subyek penelitian ini kebanyakan diracuni tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka.

Sebuah memo tanggal 17 April 1947 dari kolonel O.G. Haywood dari Kesatuan Insinyir Militer AS menjelaskan mengapa penelitian-penelitian ini dirahasiakan. "Hal ini adalah penting bahwa tidak ada satupun dokumen boleh dirilis yaitu yang menyangkut eksperimen-eksperimen dengan manusia dan mungkin memiliki efek balik merugikan terhadap opini publik atau berakibat pada tuntutan hukum".

Dalam sebuah studi oleh Vanderbilt U., 824 ibu hamil mendapat konsumsi yang mengandung besi radioaktif tanpa sepengetahuan mereka. Dalam kasus lainnya, 188 anak diberi dengan limun yang mengandung besi radioaktif. Dari tahun 1963 sampai 1971, 67 narapidana di Oregon dan tahanan di Washington menjadi subyek penelitian di mana testikel mereka dipapar dengan sinar-X  untuk melihat seberapa besar dosis yang dapat mengakibatkan kemandulan seseorang.

Di sekolah negeri Fernald, anak-anak pria penyandang cacat diberi dengan makanan yang mengandung besi dan kalsium radioaktif akan tetapi formulir persetujuan yang diserahkan kepada orang-orang tua mereka tidak menyebutkan tentang apa pun terkait radiasi. Di tempat lain para pasien kejiwaan dan bayi-bayi diinjeksi dengan iodine radioaktif.

Dalam sebuah kecaman publik yang jarang terjadi, menteri Energi di era Clinton, Hazel O'Leary mengaku tercengang dengan perbuatan para ilmuwan tersebut. Ia mengatakan kepada media Newsweek tahun 1994: "Saya katakan, 'Siapakah orang-orang ini dan mengapa hal ini terjadi?' Satu-satunya yang dapat saya pikirkan adalah Jerman Nazi". Tidak seorang pun korban ditangani dengan perawatan medis lanjutan. 

Para ilmuwan telah mengetahui sejak dari awal abad 20 bahwa radiasi dapat menyebabkan kerusakan genetis dan sel, kematian sel, penyakit dan bahkan kematian. Komisi Penasehat Presiden untuk Eksperimen Radiasi Manusia dibentuk tahun 1993 untuk menyelidiki tuduhan-tuduhan atas perbuatan tidak etis atau kriminal oleh para ilmuwan. Penemuan-penemuan komisi tersebut dipublikasikan oleh Oxford U. Press tahun 1996 dengan judul 'The Human Radiation Experiments".

Penyalahgunaan "terapi" radiasi sinar-X juga dilaksanakan di sepanjang era 40an dan 50an. Semuanya mulai dari kurap hingga radang tonsil "dirawat" dengan radiasi sinar-X karena resiko jangka panjangnya tidak diketahui atau dipandang dapat diterima.

Anak-anak secara rutin terpapar dengan radiasi berdosis tinggi dari alat seperti "fluoroskop" untuk mengukur ukuran kaki di toko-toko sepatu.

Kapsul-kapsul radium nasal yang dimasukkan ke dalam lubang hidung untuk menangani kehilangan pendengaran, saat ini dipandang sebagai penyebab kanker, tiroid dan masalah kesehatan gigi, disfungsi sistem imun dan banyak lagi.

Eksperimen-eksperiman Yang Menyebarkan Resiko Kanker Secara Luas
Dalam eksperimen-eksperimen berskala besar di akhir 1985, Departmen Energi dengan sengaja memicu kebocoran reaktor yang memuntahkan radiasi di seantero Idaho dan sekitarnya. Angkatan Udara memicu sedikitnya delapan kebocoran reaktor yang disengaja di gurun Utah, menyebarkan radiasi dengan dosis 14 kali lebih besar yang berasal dari kebocoran parsial reaktor di Three Mile Island di Pennsylvania tahun 1979.

Militer bahkan menumpahkan radiasi dari pesawat-pesawat dan menyebarkannya di area-area yang luas di sekitar dan sepanjang Oak Ridge, Tenn, Los Alamos, New Mexico, dan Dugway, Utah. "Program perang radiasi sistematis" ini dilaksanakan antara 1944 dan 1961, dan dijaga kerahasiaannya selama 40 tahun.

"Bom-bom radiasi" yang dijatuhkan dari pesawat-pesawat USAF dengan sengaja menyebarkan radiasi "jarak tertentu" yang membahayakan baik orang muda maupun tua. Eksperimen semacam ini telah menyiram Utah dengan dosis radiasi yang 60 kali lebih besar dibandingkan insiden di Three Mile Island, menurut Senator John Glen, D-Ohio yang merilis sebuah laporan mengenai program tersebut 20 tahun yang lalu.

Ujicoba bom nuklir dari ketinggian 235 kaki oleh Pentagon, dan pemboman Hiroshima dan Nagasaki, tidak secara resmi dicantumkan sebagai eksperimen radiasi. Akan tetapi antara 250.000 dan 500.000 personel militer AS telah terkontaminasi selama partisipasi wajib mereka dalam ujicoba bom nuklir dan pendudukan Jepang pasca perang.

Dokumen-dokumen yang dibuka ke publik oleh Komisi Penasehat menunjukkan bahwa militer mengetahui ada resiko-resiko paparan nuklir yang serius dari ledakan-ledakan bom di Situs Ujicoba Nevada. Para jenderal memutuskan tidak menggunakan situs yang lebih aman di Florida, di mana kabut radiasi mungkin akan terdorong ke lautan. "Para pejabat mengetahui bahwa tempat itu tidak aman, tetapi mereka tetap menggunakannya," kata Pat Fitzgeral, seorang ilmuwan dari staf Komisi.

Dr. Gioacchino Failla, seorang ilmuwan Universitas Columbia yang bekerja bagi Kesatuan Insinyur Militer AS, mengatakan pada saat itu, "Kami harus mengambil sejumlah resiko......kami berhadapan dengan sebuah perang di mana senjata-senjata nuklir tidak dipungkiri diperlukan, dan kami harus menguasai informasi mengenai hal-hal ini".

Dengan penemuan di tahun 1996 oleh Institut Kanker Nasional bahwa 160.000 warga AS (pada masa ujicoba bom) terkontaminasi dengan persebaran radiasi, sudah jelas bahwa kita menghadapi perang yang melibatkan senjata nuklir, --milik kita sendiri.


 http://opinipublika.blogspot.com

No comments:

Post a Comment